“Hidup saya karena ada hidup, Hidup saya untuk mencari Hidup dan Hidup saya untuk Melakukan Pekeraan Hidup”
(Senior Pekei)
A. DILAHIRKAN DAN DIBESARKAN SEBAGAI ANAK PENDETA
TUHAN membentuk satu rumah tangga baru antara Adam dan Hawa, demikain juga antara Pdt. Neles Pekei dan Ina Pinibo (Pekei) dengan pesan bahwa “ALLAH memberkati mereka, lalu ALLAH berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."”. (Kejadian 1:28).
Untuk mewujudkan berkat janji TUHAN kepada kedua orang tua, Senior Pekei dilahirkan di Goopa Wagaamo (pintu masuk INJIL) 5 September, 1982 Tigi kabupaten Deiyai provinsi Papua; penulis adalah anak ketiga dari pasangan suami istri bapak. Pdt. Neles Pekey dan Ibu Inamaga Pinibo (Pekey). Kami 10 bersaudara dan tiga anak angkat, empat perempuan, yakni: Alince Pekei [almarhuma], Pekeimaga Pekei [almarhuma]) Narce Pakage dan Narci Pakage; sedangkan yang kesembilan putra, yaitu: Penulis sendiri Senior Pekei, Izakhar Pekei, Jeffry Pekei, Okeni Pekei, Jhoni Pekei, Wenamoye Pekei, Degaamoye Pekei, Zeth Pekei dan Nahason Pakage. Dua orang putri kakak penulis dan dua putra laki-laki yang adalah adik kandung penulis telah dipanggil pulang ke rumah Bapa di sorga, sementara kami tujuh putra dan dua putri bersaudara masih hidup.
Semenjak kami dibesarkan, kami disusui makan dan minum untuk tubuh jasmani maupun tubuh rohani serta nasihat, pengajaran dan teguran yang mendatangkan kebaikan bagi kami di masa yang akan datang. Sebagai orang tua terhadap anaknya tidak pernah merencanakan malapetaka bagi anaknya di masa yang akan datang, yaitu: sementara di dunia ini maupun dunia yang akan datang.
Kami sebagai harapan anak kerajaan TUHAN, tidak dapat membalas kebaikan orang tua, tetek, nenek, om-om, tante-tante dan keluarga besar Wagamo yang telah menuruti janji berkat-Nya untuk manusia bahwa “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu”. Jangan pernah merasa sia-sia pengorbanan orang tua, tetapi pastikanlah bahwa “semua tetesan air mata untuk kami, disimpan TUHAN di kirbat-Nya”.
B. PANGGILAN TUHAN
Manusia memiliki kehendak bebas, apakah mau memilih kehendak TUHAN yang akan memimpin kita di jalan kehidupan baik di dunia maupun di sorga yang sudah disediakan sebelum kita dibentuk dari kandungan, ataukah kehendak sendiri yang bukan kehendak TUHAN? Bagi TUHAN, kehidupan setiap manusia telah diatur oleh Sang Pencipta (UGATAMEE) sebelum dunia ini dijadikan. Ia juga yang menyediakan makanan, minuman, tempat untuk berteduh dan lapangan pekerjaan baginya. Hal itu sebagaimana firman TUHAN datang kepada Yeremia ketika ia dipanggil TUHAN, bahwa : "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yeremia 1:5).
Demikian juga Senior Pekei, ketika dipanggil TUHAN pada umur 17 tahun; tanggal 13 Juni tahun 1997, di klasis Wagaamo tepat pada pintu masuk Injil dan pemerintah di pegunungan tengah Papua. Secara manusia ada kebimbangan di dalam hatinya melihat keberadaan saya, bahwa masih muda (remaja), tidak mampu, apalagi tidak tahu bahasa dan tidak mempunyai pengetahuan karena akan berdiri di depan banyak orang yang pintar, berpendidikan tinggi, berpengetahuan dan berpengalaman dalam segala hal.
Saat saya dipanggil menjadi pelayana-Nya, tidak sedikit bahasa yang saya menanggungnya. Ada yang berkata “Bodoh bisa menjadi Pelayan? Mudah bisa memimpin banyak orang? Pikiran sempit bisa berpikir?” Semuanya itu tidaklah salah, karena manusia mengukur secara akal dan ukuran manusia, sehingga dapat mengambil kesimpulan bahwa “tidak bisa”. TUHAN tidak dapat masuk di akal manusia yang sempit dan tidak dapat diukur oleh ukuran manusia. Tidak bisa bagi manusia, tetapi lowongan dan peluang bagi TUHAN untuk menjadi alat-Nya. Itulah yang terjadi pada diri penulis.
Sesuai dengan kata Alkitab : ”Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan ALLAH dari awal sampai akhir”. (Pengkhotbah 3:11). Demikian juga saya tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan ELOHIM dari awal sampai akhir hidup saya, tetapi yang sangat mengetahui hanyalah TUHAN.
Sebagai manusia, keraguan selalu menghantui benak saya, selama beberapa bulan saya berdoa kepada TUHAN bahwa “Benarkah TUHAN memanggil saya menjadi hamba TUHAN, karena saya masih muda dan tidak tahu apa-apa?” TUHAN menghapuskan keraguan yang selama itu bercokol di dalam hati penulis dengan ayat Alkitab yang akhirnya menjadi Motto penulis, yakni :
1. Motto : “Saya dipanggil untuk dipilih, dipilih untuk diutus dan diutus untuk dipakai TUHAN.” (Yeremia 1:4-10; I Korintus 1:27-28).
Seperti pengalaman nabi Yerenia ketika masih muda ia dipanggil TUHAN menjadi nabi, sangat sesuai dengan pengalaman penulis, sehingga ayat ini menjadi kekuatan dan keberanian bagi saya di dalam pelayanan Pemberitaan Injil.
2. Filsafat : “Saya hidup karena ada hidup, saya hidup untuk mencari hidup dan saya hidup untuk melakukan pekerjaan hidup.” (Galatia 2:20).
Kegigihan dalam perjalanan, saya menjadi orang yang dapat memanfaatkan waktunya dengan baik, supaya saya pasti bisa memegang dengan teguh arah dari tujuan yang ingin dicapainya. Suatu kekuatan di dalam diri saya yang tidak dapat membendung penulis adalah “saya bodoh, jika saya tidak menyumbangkan sesuatu untuk dunia ini”.
C. PENDIDIKAN
Terus teran saja, saya tidak pernah berpendidikan pendidikan formal yang ditempu oleh dunia. Secara akal dan ukuran manusia saya tidak berpendidikan umum, banyak orang berpendapat bahwa “Mungkinkah orang semacam ini akan memimpin umat di dalam dunia yang banyak masalah ekonomi, politik, kesehatan, pengetahuan umum, pemerintahan dsb. karena orang yang memimpin umat yang hidup dalam masalah-masalah di atas, harus belajar di pendidikan umum lebih dulu”. Tetapi saya memberanikan diri dan berkata kepada anda bahwa “Ketika engkau belajar kebenaran firman TUHAN, engkau akan menjadi orang bijaksana. Jika Firman-Nya ada di dalam anda, maka Hikmat akan mengalir dari dalam anda karena Hikmat berasal dari sana dan akan kembali bersama pula”. Memiliki pengetahuan adalah mata belakang, tidak mungkin hari kemaring terulang kembali. Tetapi memiliki hikmat yang bersumber dari firman TUHAN akan memberikan mata depan yang dapat mengendalikan perjalanan anda kepada tujuan hidup yang pasti.
Saya Sekolah di jalur pendidikan Theologia, sekalipun SD belajar kurang lebih 6 tahun tetapi tanpa berijazah. Hal itu menurut ukuran manusia. Saya berani berkata; “Jangan anda tertipu bahwa anda tidak mempunyai kelebihan, tetapi dalam kejeniusan TUHAN telah menyimpan kelebihan yang milik anda. Tetapi percuma kalau anda tidak fokus pada kelebihan yang TUHAN simpan untuk dirimu dan orang lain”. Itulah keyakinan saya.
1. SD Inpres Kokobaya, 6 tahun (1992-1997) tidak berijazah
2. STP Troutman Baida 3 tahun (1997-2000) berijazah
3. STAK Berea Timika 3 tahun (2000-2003) berijazah
4. STT-Walter Post Jayapura 5 tahun (2003-2008) berijazah dengan nilai yang baik.
5. STII Yogyakarta 3 Tahun (2008-2010) belum menyelesaikan sampai sekarang. (sementara keberhasilan tertunda).
Saat saya tidak tahu menahu masa depan saya, apa yang akan terjadi kalau saya tidak sekolah dan apa yang akan terjadi kalau saya sekolah, hanya yang tahu itu orang tua. Saya pernah menolak ajakan orang tua untuk ke sekolah, sampai melarikan diri ke Epeiyaako dari sana ke Onaago, jauh dari rumah orang tua. Tetapi bagi orang tua saya yang berbudi, tidak ingin anaknya terlantar tanpa harapan yang pasti di dunia ini maupun di dunia yang akan datang. Perjuangan orang tua tidaklah sia-sia. Tidak ada sepata kata yang saya sampaikan untuk kebaikan orang tua yang bijaksana, tetapi saya persembahkan sepata kata saja, “itulah mahkotamu, “Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka” (Amsal 17:6), karena jasa baikmu, hasilnya akan dinikmati oleh orang banyak.
D. PENGALAMAN
Di dalam hidup saya tidak banyak pengalaman karena saya masih muda. Tetapi oleh pertolongan TUHAN, saya terlibat dalam beberapa kegiatan, a.l.
1. Tahun 2006, penulis pernah memberikan Materi Seminar di Klasis Wagaamo pintu masuk Injil dengan judul: “Ekonomi gereja dalam menunjang pelayanan sosial dan menyokong pelayana TUHAN di klasis Wagaamo (pintu masuk Injil) kordinator Paniai selatan Papua”.
2. Tahun 2007, penulis pernah memberikan Seminar di beberapa tempat dengan judul, a.l: “Eksistensi Gereja dalam Era Modernisasi yang Mengglobal dan Siasat untuk Menghadapinya”. Tempat-tempatnya, yaitu: Gakokebo, klasis Tigi Utara; Aiyatei, klasis Tigi barat; Gaiyamabo klasis Wagaamo (pintu masuk Injil dan pemerintah); Bomou, klasis Tigi tempat ketua sinode Kingmi pertama dilantik; Waghete, klasis Tigi; Puteyato, klasis Yataamo kelompok satu; Wotai, klasis Yataamo kelompok dua; dan Uwekebo, klasis Yataamo kelompok tiga. Semuanya di dalam wilayah kerja kordinator Paniai selatan.
3. Tahun 2008, penulis pernah memberikan materi seminar di kampus Sekolah Tinggi Theologia Walter Post Jayapura (STT-WPJ) dengan judul: “Kebutuhan Kesejahteraan Hidup Gembala dan Umat Tuhan dalam Pelayanan Gereja KRISTUS di Bumi Papua”.
4. Tahun 2003-2008, menjadi pengurus Capel STT-WP Jayapura.
5. Tahun 2004-2006, penulis menjadi aggota senat STT- WP Jayapura.
6. Tahun 2006-2008, penulis menjadi sekretaris senat STT- WP Jayapura.
TUHAN kita berkuasa, “ …. : ALLAH dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!”. (Matius 3:9). Namanya manusia janganlah kawatir dengan kecil atau besar, bodoh atau pandai TUHAN sanggup memakai anda dan saya sebagai alat-Nya untuk menyelamatkan isi dunia ini.
E. KESIMPULAN.
Biarlah hidup ini dipakai TUHAN untuk melakukan kehendak Bapa di sorga yakni amanat agung yang tertuang di dalam Mat. 28 : 19-20. bahwa “sekalian bangsa murid-Ku” di bumi Papua dan dunia pada umumnya yang kita cintai ini.
“TUHAN, percuma saya hidup di dunia ini! jikalau saya tidak menghasilkan sesutu untuk dunia ini”. Itulah doa dan iman saya. Amin.
Jakarta, 18 Juli 2009
Penulis
SENIOR PEKEY

Tidak ada komentar:
Posting Komentar